Liburan yang Sempurna

Assalamualaikum kawan-kawan..
Welcome back to campus..

image

Tidak terasa ya liburan sudah berakhir? Hampir selama 2 bulan lebih kita beristirahat dari kegiatan kampus yang membuat pikiran jadi jenuh karena tugas-tugas kampus yang banyak atau sulit untuk di kerjakan.

Di sini saya hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman yang telah saya rasakan selama liburan semester ini.

Saya ingin bertanya kepada Anda, apakah liburan kali ini menyenangkan atau sebaliknya menyedihkan karena jenuh tidak melakukan apa-apa di rumah?
Kalau yang menjawab sangat menyenangkan, saya hanya dapat mengucapkan “Syukur Alhamdulillah”, karena Allah memberikan kenikmatan yang tak ternilai harganya. Tapi kalau yang menjawab sangat menyedihkan saya hanya dapat mengucapkan “Masalah gitu buat gue?” Hahahahaha.. itu hanya candaan sedikit untuk menghilangkan kesedihan.
Nah saya boleh jujur kepada Anda? Boleh ya? Hehe..

Jujur pada awal saya juga merasakan hal yang sama dengan situasi galau tak menentu arah dari liburan panjang ini. Sungguh menyedihkan bila rencana yang dari awal sudah di rencanakan jauh-jauh hari jadi berantakan berkeping-keping.
Pada awalnya saya di ajak oleh papa saya ke Solo tempat kelahirannya tapi menjadi GATOT alias Gagal Total karena saya ingin di ajak oleh mama saya ke Singkawang tempat kelahiran mama saya karena ia ingin berziarah ke makam kakek dan nenek saya, tapi apa yang terjadi kemudian?
Hmmmm.. Ternyata GATOT lagi dech.. Hanya karena harga tiket pesawat yang naik hampir 3 kali lipat dari harga biasa.
Fuh.. nasib.. nasib.. pengen jalan-jalan saja susahnya tengah mati.Tapi tidak apa-apalah saya berpikir dewasa dan bersabar untuk mengharapkan sebuah keajaban agar terlepas dari rasa jenuh ini. Saya hanya mencoba mensyukuri nikmat Tuhan yang ssedang di berikan dalam dunia saya.

Di saat bersamaan saya juga sedang merasakan kegalauan pula di percintaan yang setiap saat selalu menghantui pikiran dan hati saya yang hampir menggrogoti tubuh saya karena saya sering bergadang untuk mencari pelampisan dengan cara membuat puisi patah hati di facebook bahkan membuat cerpen untuk di ikuti perlombaan TRUE SHORT STORY yang di adakan oleh salah satu penerbitan di daerah Yogyakarta. Meskipun itu cerita sebenarnya belum terjadi sepenuhnya di hidup saya tapi entah mengapa saya yakin akan merasakan hal yang sudah saya tulis dalam cerpen itu. Pengumumannya baru akan di beritakan akhir bulan ini yaitu tanggal 30 September 2013. Hadiahnya memang tidak seberapa tapi ini adalah pengalaman pertama dari sekian lama penantian karena saya  sempet troma dengan pembuatan novel yang gagal akibat kerusakan komputer dulu. Jadi penulis itu bukan hal yang mudah butuh kesabaran dan ketelitian yang harus di pikiran oleh penulis untuk pembaca, serta harus mempunyai perasaan yang tenang dan damai, Di sinilah kesulitannya dalam mengantur perasaan yang tak menentu karena urusan dunia yang kian padat. Akhirnya saya sudah bersyukur dapat menyelesaikan cerpen saya.

Setelah menunggu selama 2 bulan menantikan sebuah keajaiban untuk dapat berjalan-jalan keluar kota, akhirnya kesempatan itu datang juga. Saya mendapatkan izin dari papa saya untuk berangkat ke Solo sendirian dengan menggunakan pesawat Lion Air pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2013. Ini memang bukan pengalaman pertama saya pulang kampung hanya sendiri karena dulu waktu saya masih sekolah, saya pernah pulang ke Solo sendirian dengan menggunakan bus tapi ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan pesawat tanpa yang menemani.
image

Sesampai di Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, image

saya langsung menuju ke rumah nenek saya yang lokasinya cukup jauh dari Airport dengan menumpangi sebuah taksi bandara. Saya tak langsiung ke rumah, saya mempir ke sebuah pasar tradisional yang berjarak tak jauh dari rumah. Solo memang terkenal dengan tempat-tempat tradisional seperti pasar-pasar, taman-taman dalam kota bahkan mal yang terbesar di Asia Tenggara. Di Solo juga terkenal dengan makanan yang khas dan harganya terjangkau murah-murah. Makanan favorit saya cukup banyak seperti Nasi Liwet, Kupat Tahu, Sabuk Rambang, Nasi kucing dan lain-lain masih banyak tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Selain makanan yang murah ternyata baju batik budaya Indonesia tak kalah murahnya. Saya berharap Ibu Kota Jakarta dapat berkemnang sama seperti Kota Solo dengan di bawah pemerintahan Gubernur mantan Wali Kota Solo yaitu bapak Joko Widodo alias pak Jokowi. Semoga beliau dapat mengubah Ibu Kota Jakarta menjadi aman, tentram dan seindah kota Solo.

Selama 8 hari saya di Solo saya mendapatkan banyak pembelajaran jiwa dan rohani yang akan saya gunakan untuk masa sekarang dan masa depan saya dari orang-orang yang sudah jauh lebih tua di bandingkan saya. Saya juga bersyukur dapat merasakan kehangatan keluarga besar saya yang saya tidak dapatkan di dunia kampus dan keluarga kecil saya. 
image

Benar-benar liburan yang sempurna.

Demikianlah artikel saya kali ini, semoga bermanfaat dan menginpirasikan yang membacanya.

Sukses dan damai selalu untuk kita semua.

Semangat!! 🙂

12 thoughts on “Liburan yang Sempurna

  1. Woww..
    Cerita yang menarik nadia 🙂
    Senangnya yang liburan ke solo 🙁
    Kakak nggak kemana-mana nih liburan kemarin. Tapi walaupun nggak kemana-kemana tetap liburan kali ini merupakan liburan yang harus di syukuri.
    Oh iya nadia hobby nya nulis yah 🙂
    Semoga lomba cerpennya menang yah nad.

  2. Terima kasih ka bunga..
    Jadi penulis terkeanal adalah cita-cita nadia dari kecil..
    Doain ya ka..
    Semoga pengumumannya memuaskan..
    Aaamiin 🙂
    Semangat!!

  3. Yawh..
    Maaf ka citra oleh-olehnya terbatas jadi kaka ga kebagian dech..
    Maaf ya..
    Terima kasih buat komentarnya.. 🙂

  4. Thank you so much kaka..
    Nanti kalau ada kesempatan pasti kaka bisa juga pulkam sendirian..
    Semangat!! 🙂

  5. Aamiin..
    Thank you so much ka ai..
    Ini juga maksa sama papa tapi alhamdulilah papa mau mewujudkan keajaiban kecil itu..
    Minta doanya ya ka buat tanggal 30 ini
    I miss you.. 🙂
    Salam hangat dari Nadia buat Pak Untung ya ka..
    Thank you..

  6. Dear Nadia, tutur bahasa kamu bagus. Zaman sekarang jarang loh, orang yang bisa menyusun cerita serapih ini. Good job buat Nadia.

  7. Terima kasih banyak atas pujiannya ya pak..
    Insyallah saya akan meningkatkan potensi bahasa saya menjadi lebih baik lagi karena itu sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil yaitu menjadi penulis terkenal dengan bahasa yang baik dan benar..
    Sekali lagi saya berterima kasih..
    Salam hangat dan selalu semangat ya pak.. 🙂

  8. Pingback: Free Japan

  9. Pingback: Free Piano

Leave a Reply